Saya pribadi tidak tahu pasti mengapa kalimat “Memahami dan Melayani Sepenuh Hati” dipilih sebagai slogan Kepengurusan BEM FKIP Periode 2008-2009. Mungkin kalau kita tanya kepada PresidenBEM FKIP terpilih 08-09 kita akan langsung tahu jawabannya, karena sepengetahuan saya beliaulah yang menetapkan kalimat itu sebagai slogan( Kalau salah mohon dikoreksi)
Saya tertarik untuk mengurai makna di balik kalimat tersebut dan menghubungkannya dengan kepengurusan BEM FKIP. Kenapa kita diminta untuk melayani padahal bisa dikatakan kita adalah termasuk lembaga kemahasiswaan tertinggi di fakultas kita. Saya rasa pantas-pantas saja jika ada yang mengatakan bahwa kita adalah pemimpin bagi mahasiswa FKIP secara keseluruhan. Kenapa
pemimpin diminta untuk melayani???
Dari sebuah program TV saya memperoleh jawabannya.Seseorang yang memimpin orang lain, adalah orang yang berada di bawah alas telapak kaki. Tapi bukan untuk menentukan arah mereka yang dipimpin, akan tetapi mencegah agar mereka tidak tergelincir dan meskipun tergelincir harapannya terjatuh dengan lunak atau lembut. Demikianlah hakikat keberadaan kita sebagai pengurus BEM FKIP, kita adalah orang-orang yang bersedia memimpin mahasiswa FKIP. Akan tetapi kita bukanlah orang-orang menentukan arah kemana mereka harus kita bawa. Kita berkewajiban untuk mengawal semua mahasiswa FKIP agar tidak tergelincir atau terjatuh dalam melangkah. Karenyanya Kita harusekstra berhati-hati untuk melangkah membawa FKIP tercinta ini ke arah yang lebih baik.
Demikianlah ternyata makna dibalik kata “memimpin”. Pemimpin sejati tidak meminta untuk dilayani karena letaknya saja diibaratkan di bawah alas telapak kaki. Tapi jangan anggap itu adalah sesuatu yang hina lho. Melainkan kita semua sedang mengemban misi mulia.
Ada banyak hal yang harus kita hadapi selama kepengurusan yang sudah lebih setengah periode ini kita lewati, ada rekan-rekan yang tetap konsisten dan berkomitmen untuk tetap melayani dan memahami sepenuh hati. Akan tetapi tidak kita pungkiri beberapa rekan kitapun ada yang telah memilih untuk mundur perlahan dan akhirnya berhenti berkontribusi.
Teristimewa untuk semua Bemers yang masih memiliki spirit untuk tetap melayani sepenuh hati dan mereka yang siap melayani dalam paruh kedua periode 08-09 ada satu hal yang saya ingin bagi kepada kalian semua...bahwa...
“Apa yang kita lakukan adalah sesuatu yang berguna bagi orang lain dan kita harus menyampaikannya dengan sinar mata dan wajah yang menyayangi. Maka Mudahkan lah kehidupan orang lain dengan penuh kasih sayang. Lalu perhatikan apa yang terjadi...”
___Di tengah kerinduan dengan sahabat2 seperjuangan___
...Semoga bisa segera bergabung kembali....
Miss_U
Minggu, 14 Desember 2008
Memahami dan Melayani Sepenuh Hati
Jumat, 12 Desember 2008
MANAJEMEN KEPANITIAAN
1. Definisi
Sekumpulan individu yang dipilih untuk mengerjakan tugas-tugas tertentu dalam suatu acara yang direncanakan oleh suatu organisasi.
2. fungsi umum kepanitiaan
• Membuat dan merencanakan format, desain acara
• Menyempurnakan organisasi panitia
• Membangun koordinasi dan kerja sama
• Menetapkan keputusan operasional
• Melakukan inventarisasi, publikasi dan dokumentasi
• Melaksanakan tahap-tahap acara
• Upgrading, peningkatan dan evaluasi
3. tahapan pembentukan kepanitiaan
• Menetapkan tujuan ,sasaran serta target acara dan kepanitiaan
• Observasi dan penyusunan proposal
• Menetapkan Sterring Committee (SC)
• Menetapkan Organizing Comitee (OC)
• Merekrut anggota kepanitiaan
• Menegeluarkan SK legitimasi
4. Sterring Committee (SC)
• Penghubung antara organosasi penyelenggara dengan OC
• Merumuskan format dan desain acara (susunan acara, tema, materi dan pemateri, waktu acara)
• Menetapkan time schedule atau grand desing
• Menetapkan tugas umum OC
• Mengawasi dan mengarahkan kerja OC
• Memberikan evaluasi kepanitiaan
5. Organizing Comitee (OC)
• Mengadakan koordinasi dengan SC
• Memahami Format dan desain acara
• Membuat perencanaan operasional
• Mengadakan konsolidasi internal
• Mengimplementasikan susunan acara sesuai yang disusun SC
• Menetapkan keputusan operasional
• Mengadakan evaluasi teknis
6. struktur kepanitiaan (Secara Umum)
• ketua
• sekretaris
• bendahara
• seksi kestari
• seksi acara
• seksi perlengkapan
• seksi humas dan dana
• seksi publikasi, dekorasi dan dokumentasi
• seksi kesehatan dan keamanan
• seksi konsumsi
• dan seksi-seksi yang lain (transportasi, akomodasi…)
7. Job Description (gambaran kerja)
ketua
• Berkordinasi dengan sc mengenai teknis kegiatan
• Memimpin dan mengkordinasi kepanitiaan (termasuk menentukan waktu rapat)
• Memimpin rapat
• Mengkordinasi setiap insirasi dan aspirasi
• Mengevaluasi kinerja anggota
• Membangun system kerjasama yang solid
• Menyelesaikan permasalahan semaksimal mungkin
• Bertanggung jawab atas seluruh pelaksanaan kegiatan
Sekretaris
• Mengatur persiapan ratap (tempat dan peralatan yang diperlukan; whiteboard, spidol dan penghapus)
• Membuat presensi rapat panitia
• Melaksanakan notulensi rapat
• Mengeluarkan dan mengumpulkan surat
• Menjadi pusat dan lalu lintas informasi kepanitiaan
• Membuat laporan kegiatan
Bendahara
• Menyimpan dan mengatur pemakaian dana keuangan
• Melaporkan kondisi keuangan setiap kali rapat kepanitiaan
• Membuat laporan keuangan
Seksi Acara
• Membuat time schedule
• Mengatur susunan acara dan teknis pelaksanaan acara yang telah ditetapkan (contoh susunan acara terlampir)
• Bertanggung jawab atas jalanya acara
• Menyiapkakn bahan dan personal teknis pelaksanaan acara (korlap,materi, pemateri,petugas, dan peserta)
• Menghubungi pemateri
• Menyediakan cendramata pemateri
• Menentukan tempat penyelenggaraan acara
• Mendata undangan yang akan hadir pada saat acara pembukaan
• Mengevaluasi jalannya acara dan membuat laporan
• Mendata barang-barang yang diperlukan (lcd, wireless, mic, meja kecil, dll…)
• Mengevaluasi dan Membuat laporan kegiatan
Seksi Kestari
• Membuat time schedule
• Membuat proposal permohonan dana
• Mengumpulkan time schedule dari masing-masing seksi dan dipublikasikan kepanitia
• Berkordinasi dengan sekretaris dalam melaksanakan tuga-tugasnya
• Membuat surat-surat yang dibutuhkan oleh seluruh seksi (surat permohonan spanduk, permohonan menjadi pembicara, permohonan peminjaman tempat dll…)
• Mengadakan fotocopy (jika ada)
• Menyiapkan kelengkapan panitia (bedge, sertifikat, notebook, pulpen…)
• Menangani regestrasi peserta bersama seksi acara
• Menyediakan ATK
• Mengevaluasi dan Membuat laporan kegiatan
Seksi perlengkapan
• Membuat time schedule
• Mendata dan menyiapkan barang-barang yang dibutuhkan oleh seluruh seksi (kabel rool, genset, lampu, meja, jarik, lcd, sound system dll…)
• Bertanggung jawab atas keberadaan barang-barang
• Menyediakan tempat kegiatan
• Mengevaluasi dan Membuat laporan kegiatan
Seksi Publikasi, dekorasi dan dokumentasi
• Membuat time schedule
• Mempublikasikan acara yang akan dilaksanakan (spanduk, pamphlet, poster, baleho, iklan dll…)
• Mendekorasi tempat acara
• Melakukan dokumentasi setiap acara termasuk persiapan acara
• Mendata barang-barang yang diperlukan dan mem PJ kan ke anggota (kalau bisa tanpa bantuan perlengkapan)
• Mengevaluasi dan Membuat laporan kegiatan
Seksi konsumsi
• Membuat time schedule
• Menyediakan konsumsi panitia, peserta dan para undangan
• Merencanakan teknis pemberian konsumsi
• Mendata barang-barang yang diperlukan (kalau bisa tanpa bantuan perlengkapan)
• Mendata barang-barang yang diperlukan
• Mengevaluasi dan Membuat laporan kegiatan
Seksi kesehatan dan keamanan
• Membuat time schedule
• Mendata dan meyiapkan obat-obatan yang diperlukan
• Memberikan layanan kesehatan kepada panitia dan peserta
• Bertanggung jawab atas keamanan selama acara berlangsung
• Mengevaluasi dan Membuat laporan kegiatan
Seksi humas dan dana
• Membuat time schedule
• Menyebar undangan
• Menentukan tujuan proposal (permohonan dana ke pemkot bontang, ke hotel bumi sinyiur, ke pertamina, ke LNG dll…)
• Menyebar proposal dan mengeceknya kembali (di PJ kan kesetiap anggota)
• Menyebarkan list sumbangan dana kepada panitia (jika perlu)
• Mengevaluasi dan Membuat laporan kegiatan
Nb. Kalau ada yang kurang diberi masukan yoooo
Senin, 08 Desember 2008
Aktualisasi Potensi Diri
Action & Wisdom Motivation Training
Pada kesempatan sebelumnya kita telah bahas tahapan mengenali diri, memposisikan diri, dan mendobrak diri. Kini kita bahas tahap terakhir penerapan strategi Sun Tzu untuk personal development, yaitu aktualisasi diri.
Tahap aktualisasi diri merupakan proses realisasi potensi diri setelah kita mampu melakukan tindakan-tindakan cepat, berani ambil risiko, dan mampu mengambil pelajaran atas keberhasilan dan kegagalan kita. Dalam proses perwujudan inilah kita dituntut untuk melakukan segala sesuatunya secara profesional, efektif, dan efisien. Sebab, ini sangat berkaitan dengan peluang atau kesempatan yang kita peroleh.
Ingat, peluang dan kesempatan tidak datang setiap kali kita inginkan dan sesering yang kita harapkan. Kesempatan memiliki segi kemanfaatan yang tinggi di hadapan orang yang mampu memposisikan diri dengan tepat, bertindak cepat, mau belajar, serta siap mengambil risiko. Kesempatan tidak memiliki nilai apapun di hadapan orang yang tidak siap menerimanya.
Tahap aktualisasi diri menuntut kemampuan kita untuk menjalin koneksi atau relasi yang bernilai lebih. Ada kalanya potensi, kemampuan, ketrampilan, dan nilai lebih kita, macet gara-gara tidak menemukan saluran aktualisasi yang sepantasnya. Relasi dan koneksi kadang bisa berfungsi seperti jalan dan jembatan menuju ke sasaran yang kita inginkan. Di sinilah arti penting koneksi atau relasi dengan orang lain, terutama sekali relasi-relasi yang berkualitas. Relasi atau koneksi yang berkualitas merupakan daya ungkit yang bisa dimanfaatkan untuk mendongkrak keberhasilan kita.
Berikutnya, pengembangan diri tidak bisa terlepas dari kekuatan ketahanan mental. Pada artikel terdahulu kita sudah membahas betapa kesuksesan yang tidak disertai dengan ketahanan mental menjadi kesuksesan yang rapuh fondasinya. Keberhasilan yang mengabaikan prinsip-prinsip dasar kemanusiaan adalah keberhasilan yang kering, tidak bermakna, tidak memuaskan sepenuhnya, dan akhirnya menjadi sesuatu yang destruktif. Sebab itulah, ketahanan mental harus kita tempa dan kita tanamkan semenjak kita memulai setiap perjuangan. Caranya adalah dengan memelihara spirit sebagai manusia pembelajar yang sejati.
Cara lain yang penting untuk menempa ketahanan mental kita adalah dengan selalu berdoa, selalu mengucap syukur, dan bermeditasi. Kesuksesan harus dicapai, diwujudkan, dan diterima dengan doa, rasa syukur, dan pendalaman batin melalui meditasi. Ini merupakan penyeimbang antara tarikan-tarikan energi fisik-material dengan energi mental-spiritual. Ketiganya menjadi sebuah mekanisme pembaharuan diri terus-menerus menuju kepada kedalaman atau kesejatian diri kita.
Demikian pemirsa Andrie Wongso
Action & Wisdom Motivation Training
Success is My Right
Sukses adalah Hak Saya
Salam Sukses Luar Biasa!!!
www.andriewongso.com